Visit to South Borneo (Kalimantan Selatan)

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang terletak di sebelah selatan dari pulau kalimantan. Provinsi ini terkenal sebagai penghasil batu intan dan batu bara. Penduduk Kalimantan Selatan sebagian besar adalah suku Banjar, kemudian Suku Dayak, dan beberapa suku pendatang.

Propinsi Kalimantan Selatan Ibukotanya Kota Banjarmasin dan wilayah ini banyak dilalui sungai besar dan sungai kecil (kanal). Banyak sekali kegiatan masyarakat yang dilakukan di sungai termasuk kegiatan perdagangan yang dikenal dengan pasar terapung. Penduduk kota Banjarmasin masih banyak yang tinggal di atas air. Rumah-rumah penduduk dibangun diatas tiang atau diatas rakit dipinggir sungai.

Sebagian besar kegiatan masyarakat di Banjarmasin terjadi sungai atau disekitar sungai. Oleh karena itu sangatlah menarik menyaksikan kehidupan Kota dari tengah sungai. Wisatawan dapat menyewakan perahu motor yang mangkal di tepi sungai dengan tarif sekitar Rp. 75.000 per jam guna memulai perjalanan menyusuri sungai melewati sejumlah lokasi penarikan dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam.

Kalimantan Selatan memiliki banyak sekali objek wisata, baik wisata alam, budaya dan wisata kuliner. berikut ini beberapa referensi objek-objek wisata yang ada di Kalimantan Selatan;

Wisata Budaya dan Religi

1. Pasar Terapung

Pasar terapung adalah pasar tradisional yang telah ada sejak dulu dan merupakan rekleksi budaya suku Banjar. Pasar yang khas lagi unik ini tempat melakukan transaksi di atas air dengan perahu besar ataupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok. Pasar terapung hanya berlangsung pagi hari dari jam 05.00 sampai 09.00, dengan prahu kelotok pasar terapung dapat dicapai dengan waktu 30 menit.

2. Upacara Aruh Ganal Suku Dayak Loksado

Upacara Aruh Ganal ini merupakan upacara adat yang terdapat pada suku Dayak Bukit di Pegunungan Meratus. Suku Bukit yang sering melaksanakan upacara ini antara lain daerah Mancabung, Harakit, Balawaian, Batung, Danau Darah, dan Ranai.

Aruh Ganal artinya Kenduri Besar (aruh = kenduri, ganal = besar). Jadi upacara ini dilaksanakan secara besar-besaran oleh seluruh warga kampung dan dihadiri undangan dari kampung lainnya. Dinamai aruh ganal karena ada juga tradisi aruh kecil yang disebut baatur dahar. Baatur dahar ini biasanya hanya dilakukan di lingkungan keluarga. Kemeriahan aruh ganal yang dilakukan tergantung keadaan ekonomi warga di kampung tersebut, sebagai ukurannya adalah hasil panen padi, kacang, dan tanaman pokok lainnya. Apabila hasil tanaman tersebut banyak dan bagus maka akan diadakanlah upacara aruh ganal, sebaliknya jika panen kurang berhasil maka cukup diadakan aruh kecil atau bahkan tidak diadakan sama sekali.

3. Mesjid Kuno Sultan Suriansyah

Mesjid Sultan Suriansyah didirikan tahun 1526 sampai 1550 M. dari tarikh pendirian ini Mesjid Sultan Suriansyah merupakan mesjid tertua di benua Kalimantan. Sultan Suriansyah memeluk agama Islam pada tahun 1526 dan merupakan Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Pada Masa Kecil dia bernama Raden Samudra, dia juga dikenal sebagai Panembahan atau Susuhunan Batu Habang.

4. Mesjid Agung Al-Karomah Martapura

Masjid Agung Al-karomah Martapura merupakan salah satu Mesjid tertua di Kalimantan Selatan yang didirikan pada tahun 1863 M pada saat Kesultanan Banjar beribu kota di Martapura. Gaya mesjid ini sekarang mirip dengan mesjid di Timur tengah, dan dilengkapi dengan teknologi yang canggih. Ukuran Masjid Agung Al-Mukaromah terbilang besar. Saat ini bangunannya berukuran 85 x 85 meter. Saat dibangun dulu, di zaman Kerajaan Banjar, ukurannya hanya 37,5 x 37,5 meter. Adapun area mesjid sekarang, termasuk halaman dan pelataran, berukuran 210 x 110 meter.

5. Mesjid Raya Sabilal Muhtadin

Masjid ini terletak di tengah Kota Banjarmasin. Sabilal Muhtadin merupakan nama sebuah kitab yang dikarang oleh ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary (1710-1812) yang selama hidupnya memperdalam dan mengembangkan Islam di Kerajaan Banjar. Masjid Raya Sabilal Muhtadin dibangun di atas tanah seluas 100.000 meter persegi. Posisi mesjid sekarang, pada zaman penjajahan Belan­da dikenal dengan Fort Tatas atau Benteng Tatas,
Bangunan masjid mulai dinding, lantai, menara dan turap plaza, keseluruhannya berla­piskan marmer. Secara total masjid terbesar se-Kalimantan ini mampu menampung 15.000 ja­maah. Di bagian dalam bangunan sebanyak 7.500 dan di halaman 7.500.

6. Mesjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin

Sebagai salah satu yang tertua di Banjar­masin, Masjid Jami Sungai Jingah menjadi pu­sat kegiatan Islam di Banjarmasin. Bangunan masjid memiliki arsitektur campuran sehingga menyerupai masjid yang terdapat di Pulau Jawa.
Karena sebagai pusat ke­giatan umat Islam Kalsel dan Ban­jarmasin, tak jarang para pejabat dan tokoh masyarakat Kalsel memilih Shalat Jumat dan Idul Fitri di masjid yang berdaya tampung mencapai lima ribu orang ini. Selain itu masjid yang awalnya berdiri di tepi Sungai Martapura ini juga pernah dikunjungi tokoh Islam nasional seperti Muhammad Natsir dan Buya Hamka.
Salah satu ciri khas kegiatan di Masjid Jami, selama Ramadhan Shalat Tarawih dilakukan sama seperti di Masjidil Haram Mekah. Shalat Tarawih 20 rakaat, dan merampungkan satu juz Alquran tiap malamnya.
Wisata Alam
1. Pulau Kembang dan Pulau Kaget

Pulau Kembang merupakan habitat bagi kera ekor panjang (monyet) dan beberapa jenis burung. Kawasan pulau Kembang juga merupakan salah satu obyek wisata yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Barito Kuala.

Pulau kembang dan Pulau Kaget merupakan pulau yang terletak di atas sungai, kedua pulau ini menjadi objek wisata yang ingin melihat panorama alam yang masih asri serta hal unik dari kedua pulau ini adalah, penduduk yang menghuni kedua pulau ini dihuni adalah spesies monyet dan bekantan, yang hidup sejak ratusan tahun yang lalu dan berkembang biak di pulau tersebut.

Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan. Pulau Kaget merupakan habitat bagi kera hidung panjang (bekantan) dan beberapa jenis burung. Kawasan pulau Kaget juga merupakan salah satu obyek wisata yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Barito Kuala.Wisata Indonesia Surga Dunia.

2. Kawasan Loksado

Kawasan Loksado memiliki hutan primer yang banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh diwilayah ini adalah Meranti, Sungkai, Ulin, Karet, Kayu Manis, dan berbagai jenis anggrek hutan. di daerah ini terdapat industri gerabah dan pembuatan mandau, senjata khas suku Dayak.

Dikawasan ini juga terdapat pemandian air panas tanuhi, yang airnya berasal dari pegunungan meratus dan mengandung belerang sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan kulit

 Sementara bagi Anda yang menyukai tantangan, silakan menikmati petualangan di derasnya jeram Amandit, kecamatan Loksado. Menyusuri anak-anak sungai dengan menggunakan lanting bambu, merasakan debur air terjun Haratai, menengok kehidupan Dayak Meratus di Balai Adat Malaris atau menikmati keteduhan Gunung Kentawan.
3. Pantai Pagatan
Siapa yang tidak mengenal Wisata Pantai Pagatan, pantai yang terletak pada Kecamatan Kusam Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Jarak tempuh yang lumayan jauh dari Banjarmasin mungkin membutuhkan waktu + 8 jam. Pantai pagatan tergolong istimewa,karena memiliki panorama laut biru,deburan ombak yg relatif kecil,pohon kelapa yg melambai-lambai.dan angin laut yang bertiup sepoi – sepoi. Selain itu yang membedakan Pantai Pagatan dengan pantai – pantai yang lain adalah adanya acara ritual khas nelayan keturunan Bugis di kawasan sekitar pantai Pagatan yang biasa di sebut Pesta Laut. Pesta Laut di laksanakan pada pertengahan bulan April. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas sebagai limpahan hasil laut dan sekaligus memohon perlindungan selama nelayan berada di laut waktu sedang bekerja. Puncak acara yang lebih di kenal dengan “Pesta Laut” ini adalah melabuhkan sesajen yang sebelumnya telah di bacakan sejenis mantra ke tengah laut. Biasanya acara ini juga di meriahkan dengan adanya atraksi musik dan tarian-tarian tradisional.
4. Goa Batu Hapu
Wisata Goa Batu Hapu yang terletak di dekat pasar Binuang tepatnya di desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan,Untuk bisa menuju Goa Batu Hapu bisa ditempuh 43 Km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin. Goa Batu Hapu dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan jalan yang sudah cukup baik, ditempuh dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, goa ini terletak dipegunungan sehingga yang mempunyai hobi tantangan panjat tebing disinilah nyalinya diuji, tetapi resiko ditanggung sendiri karena belum di asuransikan, masyarakat disekitar goa siap bermitra dengan waisatawan yang berkeinginan bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan. Batu Hapu Merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa yang mempunyai stalagnit dan stalagmit menghiasi dalam goa yang dapat menggugah kebesaran Allah SWT dalam ciptaanNya sebagai pelajaran pengetahuan alam, goa ini telah mendapatkan sentuhan perbaikan dan penataan, Pemerintah Daerah sehubungan kerusakan yang diakibatkan keserakahan oknum manusia yang hanya mengejar keuntungan ekonomi sesaat tanpa mensyukuri nikmat lainnya yang disediakan oleh alam.Menurut legenda yang sampai sekarang menjadi mitos masyarakat setempat tentang asal usul terjadinya Goa Batu Hapu ini adalah Raden Penganten yang dikutuk oleh ibunya Diang Ingsun menjadi batu dan diantara pecahan kapalnya menjadi gunung dan goa yang ada sekarang ini.
Wisata Belanja
1. Kain Sasirangan

Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan, yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat tali rafia dan selanjutnya dicelup. Kain sasirangan yang merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) menurut para tetua masyarakat setempat, dulunya digunakan sebagai ikat kepala (laung), juga sebagai sabuk dipakai kaum lelaki serta sebagai selendang, kerudung, atau udat (kemben) oleh kaum wanita. Kain ini juga sebagai pakaian adat dipakai pada upacara-upacara adat, bahkan digunakan pada pengobatan orang sakit. Tapi saat ini, kain sasirangan peruntukannya tidak lagi untuk spiritual sudah menjadi pakaian untuk kegiatan sehari-hari, dan merupakan ciri khas sandang dari Kalsel. Di Kalsel, kain sasirangan merupakan salah satu kerajinan khas daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Kain sasirangan dapat dibeli disemua kota Kalimantan Selatan.

2. Pasar Intan Martapura

Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikan cahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan berbagai penerapan di dalam dunia industri.
Penambangan intan merupakan sektor unggulan dalam bidang perekonomian Kalimantan Selatan, dimana daerah Kabupaten Banjar adalah daerah yang paling kaya akan intan, khususnya di daerah Cempaka yang merupakan daerah yang paling banyak ditemukan intan.
Penduduk asli orang Martapura pandai membuat kerajinan tangan dari batu-batuan permata. di jantung Kota Martapura banyak ditemukan rumah-rumah tempat penggosokan intan baik secara tradisional maupun modern yang terkenal adalah penggosokan Intan Tradisional Kayu Tangi Martapura. Di sini intan dan batu-batuan di bawa dan di gosok secara tradisional dengan berbagai macam bentuk.
Wisata Kuliner
1. Lontong Orari Banjarmasin
Balik lagi untuk menikmati pesona kuliner di ibukota Kalimantan Selatan. Salah satu rekomendasi tempat makan di Kota Banjarmasin yang banyak orang sampaikan adalah Lontong Orari. Enak banget dan banyak penggemarnya. Menyusuri jalanan di kota seribu sungai ini, sampai  di suatu jalan kecil, Jl. Seberang Masjid.

Lontong Orari ini sangat unik, dua buah lontong besar (bener-bener besar) berbentuk segi tiga diguyur dengan kuah nangka muda, seperti opor, ditemani dengan ikan haruan yang sudah digoreng dan sebutir telur rebus. Rasanya? Enakkkkkkkkk abisssssss…. Kuah dengan semburat rasa manis (seperti banyak makanan khas banjar lainnya) berpadu dengan gorengan ikan haruan, menjadikan perpaduan yang benar-benar mantab. Ditambah dengan lontong besar yang lembut, menyempurnakan kualitas dengan kuantitas, benar-benar menuntaskan makan malam kita

2. Soto Banjar
Soto Banjar, ya kayanya gak afdol kalo ke Banarmasin gak nyicipin kuliner yang satu ini. Potongan kupat atau lontong yang dipadukan dengan kuah soto yang kaya akan aroma rempah-rempah seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, biji pala dan lain-lain. Ditambah dengan soun, telur rebus dan perkedel kentang… perfecto
3.  Ketupat Kandangan

Satu kuliner yang sangat unik saya temukan di Banjarbaru, namanya Ketupat Kandangan. Kandangan sendiri diambil dari nama Kota Kecamatan yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Ketupat dan Dodol Kandangan merupakan kuliner yang cukup terkenal dari kota ini. Jadi apa yang unik dari Ketupat Kandangan ini???

Yang pertama adalah bahan dasarnya. Menggunakan Ikan Haruan (mungkin lebih dikenal dengan ikan gabus) yang dimasak dalam kuah yang mirip dengan opor tapi agak lebih manis. Kita bisa memilih bagian kepala atau badan untuk tiap porsi yang dipesan. Untuk “sumber karbohidrat”nya digunakan ketupat yang tidak “pulen”, tapi mudah hancur. Mengapa mudah hancur? Karena, keunikan yang kedua, walaupun berkuah, cara memakan ketupat kandangan ini “seharusnya” tidak menggunakan sendok, tapi tangan saja. Jadi kupat yang mudah hancur tersebut sedikit diremas-remas oleh tangan di dalam kuahnya, sehingga kuahya dengan mudah meresap ke dalam ketupat. Ini yang membuat kita bisa menggunakan tangan untuk memakannya karena kuahnya sudah habis, terserap ke dalam ketupatnya. Unik bukan? Tapi saya sih masih memilih menggunakan sendok untuk menyantapnya :)

3. Kue 41 macam khas Kalsel
Makanan khas kalimantan selatan yang berasa manis bukan hanya pada masakan besar saja, namun juga pada kue-kue khas kalimantan selatan. kue-kue ini sangat enak dan bermacam-macam, bahkan menurut adat banjar untuk upacara ada tertentu sampai menyediakan 41 macam kue khas Banjar.
Yang dijelaskan disini baru sebagian kecil dari semua objek wisata yang ada di Kalimantan Selatan, masih banyak lagi objek wiasata yang perlu di datangi, silahkan langsung berkunjung ke Kalimantan Selatan.. ^_^
About these ads

Leave a comment

Filed under info-info

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s